Tini Sugiartini: Guru Berprestasi yang Masih Mau Terjun Membina Remaja Masjid

Sosok

JURNAL SOREANG- SosokTini Sugiartini, M.Pd, tak asing lagi bagi guru maupun pengawas pendidikan Kota Bandung.

Perempuan yang lahir di Bandung, 14 Juni 1969, mengenyam pendidikan dari mulai TK hingga pendidikan tinggi di Bandung.

Tini menjalani pendidikan tinggi pada tahun 1988 jurusan PMP-KN dan lulus pada tahun 1993 kemudian melanjutkan S2 di UPI tahun 2004 dengan jurusan yang sama.

Ibu Tini juga sempat mengajar di SMKN 13 Bandung, semasa mengajar dan  dikenal sebagai sosok guru yang baik dan juga ramah.

“Di tahun 2009 Bu Tini  mendapat penghargaan sebagai guru berprestasi Kota Bandung dan di tahun 2011 beliau juga mendapat penghargaan sebagai guru PPKn Berkonstitusi,” kata Pembina Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Jabar, Rifa Anggyana, Senin, 14 Juni 2021.

Menurut Rifa, Bu Tini juga sekarang mengemban amanah sebagai pengawas SMK di Cadisdik Wilayah VII Jawa Barat.

“Di tengah kesibukannya sebagai pengawas Bu Tini  juga masih menyempatkan waktunya menjadi Pembina IRMA Jawa Barat dan sering menjadi pembicara di beberapa acara seminar yang diadakan remaja masjid,” ujarnya.

Menurut Rifa, kiprah Tini di dunia pendidikan begitu meninspirasi dan patut dijadikan contoh, beliau banyak mengukir prestasi dan selalu menjadi pribadi yang rendah hati.

“Pada hari ini Bu Tini berulang tahun. Selamat ulang tahun Ibu Tini semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezekinya, dan dilancarkan segala urusannya,” katanya.

Menurut Tini, aktivitas di organisasi bukan hal asing lagi sebab semasa kuliah dan  sebagai mahasiswa yang  aktif di organisasi.

“Saya merasa sangat senang bisa bergabung di organisasi, melalui organisasi kampus Alhamdulillah saya  berhasil mendapat beasiswa ikatan dinas yang kemudian setelah lulus langsung diangkat jadi PNS,” ujarnya.

Dengan diberikannya tugas sebagai pengawas SMK di Cadisdik Wilayah VII Jawa Barat, Tini mengatakan tidak lepas dari doa orang tua.

“Orang tua saya dulu mengharapkan salah satu anak nya ada yang menjadi guru dan harapan itu terkabul. Alhamdulillah saya menjadi guru bahkan sekarang menjadi pengawas,” katanya.***

Sumber: Jurnal Soreang