Deni Setiawan: Jadi Kasek SD Swasta Musti Kreatif dan Inovatif

Sosok

Oleh: Deni Kurniawan As’ari

Siapa bilang alumni PKn hanya jadi guru PKn? Deni Setiawan, alumni angkatan 1996 membuktikannya. Ia meniti karir sebagai guru SD. Kemudian sejak 2006 sampai sekarang dipercaya menjadi kepala sekolah.

Deni Setiawan, lahir di Bandung pada 8 November 1976. Anak ketiga dari empat bersaudara ini lahir dari pasangan Bapak Udin Bahrudin (alm) dan Ibu Aah Heryani (alm). Ia menyelesaikan pendidikan di SD Kiaracondong V (1989), SMPN 1 Buahbatu (sekarang SMPN 48) (1992), dan SMAN 12 Tahun (1995). Mulai kuliah tahun 1996 dan lulus pada 2001 dengan IPK 3,24.

Saat kuliah Deni aktif sebagai anggota di fakultas ataupun himpunan. Sempat terlibat dalam bidang keorganisasian ketika ketua HMCH dijabat Deden Syamsul Romli. “Saya juga pernah mengikuti kegiatan Forkaisma HMCH, selebihnya saya hanya mengikuti perkuliahan biasa, jadi saya bukan aktivis kampus,” ujarnya.

Menurutnya mengajar di SD itu luar biasa. Betapa tidak. Guru SD dituntut untuk dekat dengan anak.  Selain itu harus tahu betul karakter si anak satu persatu. “Kita harus pandai membujuk anak, walaupun agak kesal, tapi kita tetap harus memasang wajah ceria dan senyum,” terang suami Iis Irma Rahmawati, S.Pd yang juga teman seangkatan.

Deni bercerita, ketika ada anak kelas 1 ada yang mau pipis atau buang air besar maka ia harus menghadapinya dengan tetap memasang wajah yang ceria dan penuh senyum. Begitu pula saat di dalam kelas guru SD dituntut enerjik, penuh improvisasi terhadap materi maupun keadaan kelas. Perhatian pun musti diberikan secara penuh baik di dalam maupun luar kelas.

Mengajar di SD yang paling membahagiakan menurut Deni ketika anak bisa melakukan sesuatu. Contoh yang tadinya tidak bisa membaca jadi bisa membaca, awalnya cengeng jadi tegar atau bisa melakukan sesuatu  dan terlebih yang membuatnya bahagia sekaligus haru ketika ada orang tua yang menyampaikan terimakasih atas perubahan atau kemajuan perilakunya. “Hal lain yang paling membanggakan ketika anak-anak sudah di berada di sekolah lanjutan kemudia mereka datang ke sekolah dan masih mengingat nama kita dan masih berlaku hangat dan sopan semisal menyapa dan cium tangan,” akunya.

Jadi Kasek Sejak 2006

Deni mulai menjabat kepala SD Bina Talenta Bandung pada pertengahan 2006. Sebelumnya ia menjadi wakasek sejak 2005. Ia tak menyangka akan secepat itu menjadi Kasek.

“Karena keperluan tenaga di yayasan kepala sekolah sebelumnya ditarik ke yayasan, dan pada saat itulah saya menjabat Kepala sekolah dengan segala keterbatasan. Tapi karena sudah menjadi tugas yang diberikan saya menjalaninya sambil belajar. Alhamdulillah banyak pengalaman yang bisa saya ambil bertemu dengan banyak kepala sekolah dari SD lain baik SD Negeri maupun swasta,” tutur ayah Aleksya Azfa Denistsart Setiawan dan Maura Zadia Denistsart Setiawan tersebut.

Dalam kapasitasnya selaku kepala sekolah, ia aktif ditingkat gugus dan sub rayon, di gugus pernah menjabat sebagai sekretaris dan begitu juga di subrayon pernah menjabat sekretaris. Selain itu ia juga pernah menjadi ketua pelaksana tingkat kecamatan kegiatan lomba-lomba tingkat kecamatan seperti Pendais, O2SN, OSN, FLS2N, Literasi dan Pasanggiri.

Prestasi sekolah yang berhasil diraih diantaranya siswa SD Bina Talenta pernah menjadi wakil lomba olimpiade sains internasional di Yogyakarta. Selanjutnya mewakili kota Bandung untuk lomba siswa berprestasi tingkat provinsi, dan juara 3 sekolah sehat tingkat kota Bandung. Uniknya di Bina Talenta, setiap kelas hanya terdiri dari 10 siswa saja. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran dan pendidikan berjalan dengan maksimal.

Bagi Deni, menjadi kepala sekolah khususnya di SD Swasta musti bisa menjadi jembatan antara kepentingan yayasan dengan para guru melalui program yang akan dilaksanakan. Baik yang behubungan langsung dengan siswa dan peningkatan kompetensi guru maupun sisi kesejahteraannya.

Berdasarkan pengalamannya,  jadi Kasek SD swasta itu tak mudah. Dituntut kreatif dan inovatif. Terutama  dalam membuat program-program sekolah, agar orang tua puas dengan pelayanan sekolah.

Masih menurutnya program sekolah harus mengakomodir kebutuhan siswa, agar siswa bisa berkembang sesuai dengan bakat atau kemampuannya. Program sekolah juga musti membuat enjoy siswa dan guru. Selain  itu supaya sekolah bisa bagus maka semua elemen yang ada di sekolah harus mengetahui TUPOKSInya masing-masing.

Tak kalah penting, perlu evaluasi bulanan kepada seluruh elemen yang ada di sekolah supaya mengetahui setiap elemen yang ada di sekolah bisa melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak. Apabila masih ada yang di luar harapan, maka dilakukan pembinaan atau pelatihan. Ia membagi kiat suksesnya. Menjadi kepala sekolah sebetulnya sederhana. Bekerjalah dengan hati, sungguh-sungguh, sesuai dengan aturan yang berlaku, komitmen, dan konsisten.

Pembelajaran di SD Harus Menyenangkan

Dalam pemahaman Deni, pendidikan di SD itu merupakan dasar atau awal penanaman konsep-konsep pembelajaran dan pembiasaan-pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu dunia pendidikan di SD itu harus menyenangkan dan membuat nyaman siswa.  Masa pendidikan di SD adalah modal maka dari itu yang mengajar di SD harus orang-orang yang mempunyai kemampuan lebih, bukan hanya mengajar tapi yang terpenting adalah bagaimana mendidik siswa.

Tips agar sekolah biasa menjadi sekolah lebih maju menurut Deni  dengan cara mengetahui keunggulan yang dimiliki sekolah. Dalam pembuatan program sekolah lebih diarahkan kepada keunggulannya dan menjadi ciri khas sekolah tersebut.

“Sebagai pemimpin harus menyampaikan visi misi kepada semua elemen yang ada di sekolah mulai dari tim kebersihan sampai tenaga pengajar. Dengan mengetahui visi misi sekolah diharapkan semua elemen sekolah bisa melaksanakan program sekolah yang telah ditetapkan dan disosialisasikan kepada semuanya,” ungkap Deni.

Sekolah bisa menjadi maju apabila kerjasama antara pimpinan sekolah dengan semua elemen yang ada di sekolah terbangun dengan baik. Artinya bagaimana bisa merangkul guru dan staf lainnya sehingga mereka dengan penuh kesadaran, tanggungjawab, dedikasi melaksanakan program sekolah sesuai dengan harapan.

Terakhir Deni berpesan untuk adik-adik alumni PKn (Civic Hukum) yang bekerja di manapun, bekerjalah dengan hati dan sepenuh hati. Hargai dan hormatilah setiap profesi yang diemban. “Insha Allah kita akan dihargai dan dihormati oleh yang lain. Jangan bekerja asal gugur kewajiban,” pungkasnya.

***

9 thoughts on “Deni Setiawan: Jadi Kasek SD Swasta Musti Kreatif dan Inovatif

  1. I’m truly enjoying the design and layout of your
    site. It’s a very easy on the eyes which makes it much more enjoyable for
    me to come here and visit more often. Did you hire out a designer to create your theme?
    Outstanding work!

    Here is my homepage … jasa fotografer terdekat [Waylon]

  2. Hiya very nice website!! Man .. Excellent .. Amazing ..
    I’ll bookmark your website and take the feeds additionally?
    I am glad to search out a lot of useful information here in the put up, we’d like work out more techniques on this regard, thanks for sharing.
    . . . . .

    Also visit my homepage – jasa fotografer terdekat (https://saturation.id/)

  3. Aw, this was an extremely good post. Taking a few
    minutes and actual effort to generate a really good article… but what
    can I say… I hesitate a lot and never manage to get nearly
    anything done.

Comments are closed.